Rabu, 18 Maret 2009

APOLOGETIKA TENTANG DOKTRIN TRITUNGGAL (1)

Tanggapan Untuk Julius Sangguwali (JS)

Oleh: Esra Alfred Soru


Pada tanggal 12-15 Januari 2009 lalu, harian Timex memuat tulisan Julius Sangguwali (selanjutnya disebut JS) di bawah judul “Ikut “Wacana” Doktrin Tritunggal”. JS dalam tulisannya hanya menyebut dirinya sebagai “Pemikir bebas, guru bahasa Inggris, tinggal di Kupang”. Tapi data yang saya temukan dari hasil pelacakan saya, JS sebenarnya adalah seorang anggota grup Saksi-Saksi Yehuwa atau yang lebih dikenal sebagai Saksi Yehovah.

Dulu (tahun 2004) pernah ada seorang Saksi Yehuwa bernama David Yohanes Meyners yang sempat berpolemik dengan saya di koran ini (tentu JS mengenalnya) tetapi entah mengapa sampai hari ini tidak nongol-nongol lagi. Dalam tulisannya JS menentang doktrin Tritunggal yang saya ajarkan atau jabarkan lewat koran Timex ini bahkan menuduhnya sebagai ajaran kafir sambil membela rekannya Frans Donald yang sampai hari ini masih tiarap, belum nongol-nongol juga. Untuk itu maka lewat tulisan ini saya akan memberikan tanggapan saya kepada JS di sekitar persoalan doktrin Tritunggal.

Dalam pembukaan tulisannya, JS menyinggung tentang pertentangan antara pihak Trinitarian dan Unitarian. JS merasa heran mengapa kedua pihak yang sama-sama menggunakan Kitab Suci yang sama kok bisa mempunyai pengertian yang berbeda bahkan bertentangan seperti langit dan bumi? JS mengajukan pertanyaan : “Lalu, siapa yang benar, pihak Trinitarian atau Unitarian? Ia melanjutkan : “Mengenai hal ini, catatan di 2 Ptr 1:20 dan 21, menyatakan bahwa yang menulis Alkitab adalah nabi Allah, maka tidak mungkin kesalahan ada pada pihak mereka”.

Jika demikian, para pembaca Alkitab-lah yang telah gagal mengikuti petunjuk roh Allah dalam membiarkan Allah menafsirkan Firman-Nya sendiri. Gagasan-gagasan pribadi telah menutupi pandangan mereka atas apa yang dikatakan Pengarang Alkitab sendiri. Ibarat domba yang terlihat di mata, tetapi sesungguhnya adalah serigala”. Dalam hal ini saya setuju dengan apa yang dikatakan JS. Alkitab memang adalah Firman Allah dan tak mungkin salah.

Yang jadi persoalan adalah para penafsir Alkitab itu yang seringkali menafsirkan secara sembarangan sehingga memunculkan ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah. Pihak Trinitarian menafsirkan Kitab Suci. Unitarian juga. Lalu yang mana yang sebenarnya memasukkan gagasan pribadi sehingga layak disebut “Ibarat domba yang terlihat di mata, tetapi sesungguhnya adalah serigala”? Kita lihat saja nanti.

Bahwa dalam 4 tulisannya JS juga terlibat dalam menafsirkan isi Kitab Suci (terutama bagian keempat tulisannya) maka JS juga harus dimasukkan ke dalam daftar yang mungkin saja memasukkan gagasan-gagasan pribadinya ke dalam Kitab Suci sehingga layak juga disebut “Ibarat domba yang terlihat di mata, tetapi sesungguhnya adalah serigala”. Meskipun demikian, ada hal yang menarik perhatian saya.

JS menulis : “Jika demikian, para pembaca Alkitab-lah yang telah gagal mengikuti petunjuk roh Allah dalam membiarkan Allah menafsirkan Firman-Nya sendiri”. JS jelas berbicara tentang petunjuk roh Allah. Sdr. JS, jadi anda percaya bahwa roh Allah bisa memberikan petunjuk? Kalau begitu anda percaya tidak bahwa Roh Allah adalah suatu pribadi? Bukankah Saksi-Saksi Yehuwa dan Unitarian tidak percaya bahwa Roh Allah adalah suatu pribadi. Mereka percaya bahwa Roh Allah hanyalah suatu kuasa/tenaga aktif dari Allah. Nah, bisakah suatu tenaga aktif memberikan petunjuk? Jadi sebenarnya anda percaya Roh Allah berpribadi atau tidak? Anda kan seorang anggota Saksi Yehuwa berarti anda percaya bahwa Roh Allah hanyalah sebuah tenaga aktif.

Bisa jelaskan bagaimana suatu tenaga dapat memberikan petunjuk ? Atau anda percaya Roh Allah adalah suatu pribadi ? Jika ya, maka anda bukan Saksi Yehuwa tapi Saksi Yehuwa palsu/imitasi.

Persoalan istilah “Tritunggal”

Hal pertama yang dipersoalkan oleh JS adalah masalah istilah atau kata “Tritunggal”. Dalam tulisan saya sebelumnya sebagaimana yang dikutip JS, saya katakan bahwa “Walaupun kata tersebut tidak ada di dalam Alkitab, itu tidak berarti bahwa konsepnya juga tidak ada? Konsepnya jelas ada!” Tapi ini ditolak oleh JS. Ia berkata : “Dari asumsi ini, maka mau tidak mau, langkah pertama yang perlu dipertanyakan, apakah kata Tritunggal/Trinitas ada dalam Alkitab?” Sdr. JS, saya ingin tanya pada anda.

Anda berkata ‘mau tidak mau’? He…he… kemauan siapa? (Maaf saya terpaksa tertawa cukup keras untuk bisa mengimbangi tertawa anda). Anda mengatakan : ‘apakah kata Tritunggal/Trinitas ada dalam Alkitab? Semua pihak setuju menyatakan: tidak ada! Kalau begitu, jika dasarnya tidak ada, mengapa doktrin ini: dari tiada menjadi ada?’. Bagian akhir itu yang saya garis bawahi muncul dari mana? Pandangan teologia anda bukan? Jadi, siapa yang subyektif? Coba anda renungkan! Tentu tidak salah kalau kita ingin membahas sebuah topik dengan terlebih dahulu mencari tahu apakah kata yang hendak dibahas itu ada di dalam Alkitab atau tidak.

Tetapi apakah kalau katanya tidak ada berarti konsep tentang itu juga tidak ada seperti pendapat anda? Sekarang saya tanya, dari mana peraturan semacam itu? Dari mana peraturan yang mengatakan bahwa kalau katanya tidak ada berarti konsep/dasarnya juga tidak ada? Dari mana rumus semacam itu? Apa dasarnya? Dari Kitab Suci sebelah mana? Anda membuat sendiri? Lalu mengapa saya harus peduli dengan rumus buatan manusia! Satu hal lagi, kelihatannya anda tidak bisa membedakan antara “KATA” dan “DASAR”.

Yang anda tanyakan “…apakah KATA Tritunggal/Trinitas ada dalam Alkitab? Tetapi dalam kalimat selanjutnya anda berkata “jika DASARNYA tidak ada,…” Kelihatannya anda beranggapan bahwa KATA adalah satu-satunya DASAR. Jadi tidak ada KATA berarti tidak juga ada DASARNYA. Saya tanya lagi, dari mana rumus ini? Anda ciptakan sendiri? Mengikuti cara berpikir anda maka kita tidak mungkin membahas pandangan Kristen (sesuai Alkitab) tentang “Keluarga Berencana” (KB) soalnya kata “Keluarga Berencana” tidak ada dalam Alkitab. Kita juga tidak bisa membahas pandangan Kristen (sesuai Alkitab) tentang “Pornografi” dan “Pornoaksi” soalnya dalam Alkitab tidak ada kata “Pornografi” dan “Pornoaksi”.

Kita juga tidak bisa membahas pandangan Kristen (sesuai Alkitab) tentang “Aborsi” soalnya kata “Aborsi” tidak ada dalam Alkitab sih. Kita juga tidak akan bisa membahas pandangan Kristen (sesuai Alkitab) tentang “Narkoba” soalnya tidak ada kata “Narkoba” dalam Alkitab sih. Kita juga tidak bisa membahas pandangan Kristen (sesuai Alkitab) tentang merokok soalnya dalam Alkitab tidak ada kata “rokok”. Begitukah? Kalau anda menjawab ya, betapa naif dan sempitnya pikiran anda.

Eh, bukankah Frans Donald sahabat anda itu juga dalam tulisannya kali lalu menyinggung-nyinggung kata “Sola Scriptura” dan itu sudah saya tanggapi dengan mengatakan bahwa Frans tidak konsisten karena menggunakan istilah yang juga tidak ada dalam Alkitab. Atau anda bisa bantu tunjukkan pada saya istilah “Sola Scriptura” dalam Alkitab? Kalau tidak, mengapa anda juga tidak memprotes Frans Donald dan menganggap bahwa ajaran “Sola Scriptura”nya tidak ada dasarnya? He…he… (maaf terpaksa saya tertawa lebih keras lagi hanya untuk mengimbangi tawa anda) tentu anda tak akan lakukan itu bukan karena dia adalah sahabat anda, sesama Unitarian bukan? Anda kan seorang Saksi Yehuwa.

Tentu anda tahu tempat ibadahnya Saksi Yehuwa disebut “Kingdom Hall” atau “Balai Kerajaan”. Coba tunjukkan pada saya 1 ayat yang ada kata “Balai Kerajaan”nya. Kalau tidak ada berarti pemberian nama tempat ibadah itu sama sekali tidak ada dasarnya. Kata/istilahnya saja tidak ada kok? Lalu diambil dari mana? Karang sendiri? Atau dapat dalam mimpi? Kalian kelihatannya berbakat sekali dalam hal mencipta. Lalu bagaimana dengan persoalan nama “Jehovah” dan “Yehuwa”? Bukanlah dalam Kitab Suci Ibrani hanya tertulis 4 huruf mati YHWH dan pada zaman ini tidak ada orang yang tahu dengan persis, bagaimana sebetulnya pengucapan (pronunciation) dari kata / nama itu? Bukankah kalian sendiri mengakui bahwa pada zaman ini tidak ada orang yang tahu bagaimana seharusnya mengucapkan nama ‘YHWH’ tersebut? Dalam buku “Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab” (hal. 420) kalian berkata : Orang-orang modern menyusun nama Yehuwa, yang tidak dikenal oleh semua orang pada jaman dulu, orang Yahudi ataupun orang Kristen; karena ucapan yang benar dari nama itu, yang ada dalam naskah Ibrani, karena sudah lama tidak digunakan, kini tidak diketahui lagi”.

Pada halaman 423, 424 kalian katakan : “Bentuk manakah dari nama ilahi yang benar - Yehuwa atau Yahweh? Tidak seorang pun dewasa ini dapat merasa pasti bagaimana nama itu mula-mula diucapkan dalam bahasa Ibrani. Mengapa tidak? Bahasa Ibrani dari Alkitab pada mulanya ditulis dengan huruf mati saja, tanpa huruf hidup. Ketika bahasa itu digunakan sehari-hari, para pembaca dengan mudah menyisipkan huruf-huruf hidup yang tepat.

Tetapi, lambat laun, orang Yahudi mempunyai gagasan takhyul bahwa adalah salah untuk mengucapkan nama pribadi Allah dengan keras, jadi mereka menggunakan ungkapan-ungkapan pengganti. ... Jadi ucapan yang semula dari nama ilahi sama sekali tidak diketahui lagi”. Kalau demikian, sekarang saya tanya pada anda, mengapa kalian mau menggunakan, dan bahkan menekankan keharusan untuk menggunakan, nama ‘Jehovah’ atau ‘Yehuwa’, padahal istilah itu tidak ada dalam Kitab Suci? Lebih parah lagi penyebutan/penggunaan nama ‘Yehuwa’ dalam kalangan Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia. Itu jelas salah, karena kalian membuang huruf ‘H’ (Ibrani: h) yang terakhir dari nama YHWH! Bukankah sesuai teori ciptaan anda sendiri artinya itu sama sekali tidak ada dasarnya? Ha…ha.. (maaf saya harus tertawa lagi) kelihatannya teori anda sementara memakan diri anda sendiri. Masih kurang? Baik, saya tambahkan lagi.

Bukankah grup kalian Saksi-Saksi Yehuwa memakai dan menerima istilah “Theokrasi” dalam organisasi dan publikasi-publikasi kalian? Coba tunjukkan pada saya kata tersebut dalam Alkitab. Ada? Kalau tidak ada lalu dari mana kalian mendapatkan kata tersebut? Mimpi atau bertapa? Bukankah anda berkata kalau katanya tidak ada berarti juga dasarnya tidak ada? Masih kurang lagi? Saya tambahkan lagi! Dalam kalangan kalian juga ada istilah-istilah dalam bahasa Inggris seperti "paradise earth", "governing body", "full-time service", "Worldwide Work", "body of elders", "regular pioneer", "auxililary pioneer", "special pioneer", "God's Channel", "the Society", "organization", "Bethelite", "Building Fund", "Presiding Overseer", "Theocratic Ministry School Overseer", "Congregation Book Study Overseer", "Circuit Overseer", "Service Overseer", "District Overseer", "Zone Overseer", "Branch Overseer", Chairman", dll. Bisakah anda tunjukkan kata-kata itu dalam Kitab Suci? Kalau tidak ada maka mengikuti logika anda semua ini tidak ada dasar sama sekali.

Kalau anda menolak doktrin Tritunggal dengan alasan kata “Tritunggal” tidak ada dalam Alkitab, lalu apakah ada kata “Unitarian” dalam Alkitab? Berarti doktrinnya Unitarian juga tidak ada dasar. “Kata”-nya tidak ada artinya dasarnya juga tidak ada. Begitukan teori konyol anda kan? Saya heran kok kalian bisa memakai begitu banyak istilah yang tak ada di dalam Alkitab tanpa peduli katanya sendiri ada dalam Alkitab atau tidak tetapi begitu kata Tritunggal/Trinitas tidak ada dalam Alkitab kalian menolaknya dengan menganggapnya sebagai tanpa dasar, kafir dan lain sebagainya.

Apakah peraturan semacam itu hanya berlaku bagi kami (kaum Trinitarian) dan tidak berlaku bagi kalian? Sungguh tidak konsisten!!! JS berkata : “Konsekwensi dari tidak adanya satu kata atau istilah Trinitas/Tritunggal, pasti berimbas pada penafsiran Alkitab yang bisa jadi, sangat dipaksakan dan mengada-ada. Dan saya pun ingin berkata : Konsekuensinya juga, sahabat anda Frans Donald ketika berkoar-koar tentang “Sola Scriptura” sebenarnya sementara menafsirkan Alkitab secara paksa dan mengada-ada.

Konsekuensinya juga, penggunaan nama “Jehovah” dan “Yehuwa” dalam kalangan Saksi-Saksi Yehuwa adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan dan mengada-ada. Konsekuensinya juga, penyebutan tempat ibadah “Balai Kerajaan” untuk grup kalian adalah mengada-ada. Konsekuensinya juga, semua istilah yang dipakai kelompok Saksi-Saksi Yehuwa seperti "paradise earth", "governing body", "full-time service", "Worldwide Work", "body of elders", "regular pioneer", "auxililary pioneer", "special pioneer", "God's Channel", "the Society", "organization", "Bethelite", "Building Fund", "Presiding Overseer", "Theocratic Ministry School Overseer", "Congregation Book Study Overseer", "Circuit Overseer", "Service Overseer", "District Overseer", "Zone Overseer", "Branch Overseer", Chairman", dll adalah mengada-ada. Setujukah anda? Kalau tidak setuju berarti ada yang tidak beres dengan pikiran anda. Yang dipaksakan dan mengada-ada itu adalah rumus/aturan yang anda buat bahwa kalau satu kata tidak ada dalam Alkitab berarti dasarnya/konsepnya juga tidak ada.

Saya percaya bahwa suatu konsep bisa saja ada secara jelas dalam Kitab Suci walaupun kata tersebut tidak muncul sama sekali dalam Kitab Suci. Pandangan ini justru lebih logis, masuk akal dan sesuai kenyataan daripada teori JS yang amburadul dan tak masuk akal itu. Contohnya kata “Ateisme” yang berarti ketidakpercayaan akan adanya Allah. Di bagian mana dalam Kitab Suci kata “Ateisme” ini muncul? Tidak ada kan? Tetapi ajaran/konsep tentang “Ateisme” jelas ada seperti yang dikatakan dalam Maz 14:1 : “…Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik”. Kata “Inkarnasi” yang berarti Firman (Allah) menjadi daging (manusia).

Di bagian mana dari Kitab Suci yang mencantumkan kata “Inkarnasi” ini? Tidak ada kan? Tetapi ini jelas diajarkan dalam Alkitab yakni Yoh 1:1, 14 : (1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Kata “Rapture” atau “Pengangkatan” juga tidak ada dalam Kitab Suci.

Tetapi Alkitab jelas mengajarkan bahwa orang percaya akan diangkat ke angkasa seperti dalam 1 Tes 4:16-18 : (16) Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (17) sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”. Kata “Sakramen” sendiri tidak ada dalam Alkitab tetapi jelas Alkitab mengajarkan adanya sakramen-sakramen yakni Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus.

Dan masih banyak lagi kata yang tak ada dalam Alkitab tetapi ajarannya ada seperti “Free Will”, pribadi dan hakekat dari Allah atau/dan Kristus, trikotomi dan dikotomi, infra dan supralapsarianisme, dll. Saya ingin tanya pada JS : Percayakah anda bahwa di dalam Alkitab ada ajaran tentang Monoteisme (Allah itu esa)? Kalau percaya, coba tunjukkan pada saya 1 kata “Monoteisme” saja dalam Alkitab.

Kalau tidak percaya mengapa ketika Frans Donald menggunakan kata itu : “Nah, masalahnya apakah kita harus berkiblat ke tradisi pikir Yunani yang melahirkan ajaran Trinitas dan menjadikan Yesus sebagai Allah sejati hasil rumusan konsili-konsili tahun 325 dan 381 M yang sangat sarat kepentingan politik, atau, berkiblat kepada Monoteisme Yahudi sebagai bangsa keturunan Yakub yang beriman kepada Allah yang Esa yaitu Yahweh?....” anda tidak protes dan menganggapnya sebagai gagasan yang dipaksakan saja? Kalau saya, saya percaya ajaran monoteisme ada di dalam Alkitab sebagaimana kata Ul 6:4 : “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! dan 1 Raj 8:60 : “supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANlah Allah, dan tidak ada yang lain” (dan masih banyak ayat lainnya) sekalipun kata “Monoteisme” sendiri tidak ditemukan 1 kali pun dalam Alkitab.

Jadi masuk akal dan Alkitabiah kalau dikatakan bahwa istilah/kata Tritunggal tidak ada dalam Alkitab tetapi konsepnya atau ajaran jelas ada. Kalimat ini jauh lebih masuk akal dari teori anda yang mengatakan bahwa kalau katanya tidak ada berarti konsep/ajarannya tidak ada. Apa ini hanya permainan kata-kata seperti tuduhan anda? Kalau begitu anda sama sekali tidak tahu apa artinya “bermain kata-kata”.

Apa kata-kata saya di atas mirip orang yang berkepribadian ganda yang menggunakan topeng seperti klaim anda? Ha…ha… andalah orang yang berkepribadian ganda. Di satu sisi menganggap doktrin Tritunggal tidak ada dasar hanya karena istilahnya tidak ada di Alkitab tetapi pada saat yang sama anda dan grup Saksi-Saksi Yehuwa juga melakukan hal yang sama. Anda anggap ini argumen yang ambigu, tidak matang dan ngambang? Lalu yang kalian lakukan juga tidak demikian ? Aneh sekali, pandangan saya ada dasar Kitab Sucinya anda anggap ambigu, tidak matang dan ngambang.

Lalu bagaimana dengan pendapat anda yang tak punya dasar Kitab Sucinya ? Bolehkah dikatakan itu pandangan yang bodoh, ngawur, tak pakai logika dan akal sehat? (Biar pembaca menjawabnya sendiri). Ingat, pendapat saya ini sudah saya buktikan dari Kitab Suci sebagaimana ayat-ayat yang saya berikan di atas lalu mana dasar Alkitabiah dari pendapat anda? Tolong jawab ini! (Jangan pura-pura lupa!!!) Anda menyebut diri anda “pemikir bebas”? Saya beritahu pada anda, dalam masalah kebenaran Alkitabiah, anda tidak layak ‘bebas sekali’ dalam artian tak pakai Kitab Suci sama sekali! Kalau anda tidak bisa membuktikan teori anda itu dari Kitab Suci maka sebaiknya anda tidak usah bicara masalah-masalah teologia. Tapi kalau anda bisa membuktikannya maka itu mencekik leher kalian sendiri karena kalian juga melakukan hal yang sama. Mana yang anda pilih?

Bersambung….



* Penulis adalah Gembala Jemaat “REVIVAL MINISTRY” (Jl. Pipit Kel. LLBK; Belakang Terminal Kota Kupang)

Tidak ada komentar: